Pariwisata Lombok, Peluang vs Tantangannya

Lombok adalah sebuah pulau menawan lagi perawan. Pesisirnya dihiasi pantai-pantai pasir putih dengan air yang jernih, ombak untuk surfing kualitas dunia dan ikan hias dan terumbu karang yang tak kalah indah dengan Bunaken – bahkan Karibia sekalipun. Pantai Kuta di Lombok Tengah, Pantai Sengigi dan Gili Nanggu di Lombok Barat dan  GiliTrawangan, Gili Meno dan Gili Air di Lombok Utara adalah sebagian kecil saja dari begitu banyak pantai di Lombok yang belum dieksplorasi. Tidak cuma itu, lembah-lembah yang hijau yang menakjubkan menjorok ke pantai-pantai di pesisir selatan dan utara Lombok seolah ingin menambah nilai jual Lombk sebagai sebuah tujuan wisata masa depan.

Pesona obyek wisata Pulau Lombok tidak hanya berhenti di pantai dan bawah lautnya saja. Di belahan utara, Lombok menawarkan wisata pendakian ke Gunung Rinjani yang luar biasa menakjubkan. Selain indah, Gunung Rinjani juga masih terjaga keaslian alam – flora dan faunanya. Oleh karena itu, pada tahun 2004 Taman Nasional Gunung Rinjani mendapatkan penghargaan World Legacy Award dari Cerservation International dan National Geographic Traveler Magazine. Selain itu, pada Bulan Desember 2010, foto letusan Gunung Rinjani yang diambil oleh Lim Boo Teck, fotografer dari Singapura, memenangkan 2010 National Gegraphic Photography Contest.

Di kaki Gunung Rinjani terdapat setidaknya dua air terjun  yang fantastis; Sendang Gila dan Tiu Kelep. Kedua air terjun ini menawarkan petualangan yang lebih soft bagi mereka yang tidak terbiasa dengan petualangan yang lebih ekstrim ke Gunung Rinjani. Cukup berjalan 15 menit dari Senaru ke Sendang Gila dan 1 jam ke Tiu Kelep, wisatawan sudah dapat merasakan sebuah pengalaman yang tak ka terlupakan. Bahkan sebelum memulai hiking, wisatawan punya kesempatan untuk melihat puncak Rinjani dari starting point Senaru.

Sungguh suatu peluang yang terbuka begitu lebar bagi pelaku pariwisata dan masyarakat Lombok pada umumnya. Belum lagi letak Pulau Lombok yang sangat strategis karena berada di antara dua “selebriti” dunia yaitu Pulau Bali dan Pulau Komodo. Peluangnya selama ini adalah memasarkan paket kombinasi Bali & Lombok dan Komodo overland via Lombok Sumbawa. Memang harus diakui, kesannya selama ini Lombok mendompleng popularitas Bali karena sebagian pengunjung Lombok dating dari Bali. Namun hal ini tidaklah terlampau mengherankan karena memang frukuensi kedatangan pesawat di Bali jauh lebih tinggi baik domestic maupun internasional karena bandaranya yang memadai.

Namun demikian, secara perlahan namun pasti pelaku pariwisata Lombok akan dapat bernafas lebih lega karena Bandara Internasional Lombok [BIL] diproyeksikan akan beroperasi pada semester kedua tahun depan. Sejalan dengan itu, Pemda Nusa Tenggara Barat encanangkan Visit Lombok Sumbawa 2012 [VLS] dan menargetkan angka kunjungan satu juta wisatawan. Dengan beroperasinya BIL dan program VLS , frukuensi kedatangan pesawat yang direct dan angka kunjungan ke Lombok akan jauh lebih banyak dan ini berarti peluang untuk menjual Lombok jauh lebih besar. Selain itu, implikasi dari beroperasinya bandara ini adalah harga paket wisata ke Lombok akan menjadi lebih kompetitif karena maskapai akan bersaing secara harga sehingga salah satu komponen penting harga paket wisata ini akan menjadi lebih kompetitif jika dibandingkan dengan harga yang ada sekarang. Al hasil, hampir dapat dipastikan Lombok akan kebanjiran wisatawan.

Sejalan dengan ekspektasi peningkatan angka kunjungan tersebut, semua stake holder selayaknya lebih aware bahwa dalam setiap peluang itu ada tantangan. Untuk mengantisipasi lonjakan tingkat kunjungan, mutlak diperlukan peran Pemda yang lebih agresif dalam meningkatkan sumber daya manusia maupun peningkatan kualitas infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik dan lain lain. Sumber daya manusia harus di-upgrade kemampuan dan keterampilannya dengan lebih banyak mengadakan pelatihan, kursus dan seminar dll untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, masyarakat juga perlu lebih banyak diberikan peran aktif agar secara alami tumbuh rasa “memiliki pariwisata” sehingga pada saatnya nanti masyarakat sekitar dapat memberikan rasa nyaman kepada setiap pengunjung dan tumbuh bersama pariwisata itu sendiri. Jadikan mereka pemain, tidak cuma penonton, apalagi cuma tontonan [wisatawan]. Kemudian, Pemda harus memastikan pasokan listrik sudah memadai untuk medukung pertumbuhan industri pariwisata di Lombok. Dapat dipastikan bahwa jika pariwisata berkembang, maka hotel, restoran jumlah penduduk pendatang pun akan turut berkembang sama pesatnya. Maka dari itu pasokan listrik adalah kebutuhan wajib yang harus segera dipenuhi. Selain itu, jalan-jalan utama juga perlu diperhatikan pemeliharaannya. Jalan dari bandara ke lokasi hotel-hotel, jalan menuju obyek-obyek wisata perlu dibangun, diperlebar, dan dipelihara dengan baik dan rutin. Jangan sampai jalan-jalan bolong seperti yang terjadi di ruas jalan utam menuju ke Senggi sekarang ini terus dibiarkan. Ini dapat menjadi hambatan terhdap perkembangan pariwisata Lombok karena dapat membahayakan keselamatan pengguana jalan. Pembenahan obyek dan penirtiban dari pedagang asongan dan pedagang kaki lima dan pengelolaan sampah dan limbah harus segera dipikirkan dari sekarang. Sebab jika tidak maka cost yang akan ditanggung  nantinya akan lebih mahal. Jika pedagang asongan dan pedagang kaki lima dibiarkan tumbuh “liar” maka kelak Pemda akan “dipaksa” mengeluarkan cost yang seharusnya tidak perlu, baik cost sosial maupun finansial. Sampah juga akan menjadi “hama” bagi tumbuh kembang pariwisata. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa wisatawan “alergi” dengan keberadaan sampah di obyek wisata. Jika banyak sampah berserakan maka wisatawan akan enggan berkunjung, bagaimana pun indahnya suatu obyek tersebut.

Perubahan membawa harapan dan memberi peluang tapi juga sekaligus menyodorkan tantangan. Jawaban terhadap tantangan inilah prasyarat mutlak untuk meraih peluang dan mewujudkan harapan.  Memang tidak mudah menyongsong sebuah perubahan. Banyak hal yang harus dipersiapkan.  Selain faktor-faktor penting di atas, faktor keamanan juga tidak kalah krusial. Rasa aman adalah kebutuhan paling dasar setiap umat manusia, apalagi saat mereka berada di suatu negeri asing dan tidak mengenal dan dikenal oleh siapa pun. Pemerintah dan masyarakat wajib menjamin rasa aman tersebut secara nyata sehingga wisatawan tidak ragu-ragu untuk berkunjung dan tinggal lebih lama di Lombok dan menguras pundi-pudi uangnnya sehingga tujuan akhir dari pengembangan industri pariwisata yang diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat seluas-luasnya dapat tercapai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: