Visit Lombok Sumbawa 2012, Akan Sukses kah !

Nyengir dulu aaah..., daripada nunggu sambil bengong

Tanggal 14 Mei yang lalu saya dan “bala tentara” saya menunggu kedatangan rombongan Isteri Bupati Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara. Pesawat yang digunakan dijadwalkan mendarat sekitar pukul 10-an waktu Indonesia bagian tengah. Jadi kami sudah stand by di Bandara Selaparang Mataram dari jam 9-an.

Malam itu Bandara Selaparang terlihat sangat padat sesak dengan penumpang yang berdatangan dari seluruh kota di seluruh Indonesia. Rupanya mereka adalah kontingen daerah-daerah peserta yang akan ikut serta dalam Festival Maulid Nusantara dan Festival Qosidah. Saya yakin bahwa ini merupakan salah satu upaya konkrit dari Pemda Nusa Tenggara Barat untuk mewujudkan program Visit Lombok Sumbawa 2012 yang sudah di-sounding oleh Pemda sejak 2 -3 tahun terakhir.

Festival Maulid & Qosidah Nasional

Kami terus saja menunggu dengan sabar di tengah kerumunan para kontingen sampai waktu yang telah dijadwalkan. Setelah menunggu satu jam, ternyata lagi-lagi pesawat ingkar janji. Rupanya didelay lagi seperti biasa. Tapi saya berfikir, “sudahlah, bukankah ini sudah biasa”. Lalu saya dan semua teman ngobrol aja belauq bedaye [ngalor ngidul] sambil menunggu.

Karena terlalu lama menunggu, akhirnya obrolan kami nyerempet-nyerempet ke program pemerintah untukmeningkatkan kunjungan wisata ke Pulau Lombok dan Sumbawa yang dikemas dalam Visit Lombok Sumbawa 2012. Kalu melihat usaha Dinas PARSENIBUD sih sudah cukup lumayan gigih. Usaha yang mereka lakukan telah banyak dirasakan oleh para pelaku pariwisata di daerah ini. Mulai dari even nasional sampai even internasional telah berhasil “digeret”  ke Lombok. Kita semua layak mengacungkan jempol untuk Kepala Dinas PARSENIBUD NTB yang telah berhasil menterjemahkan instruksi Gubernur kepada semua SKPD untuk mendapatkan sebanyak mungki even MICE di Departemennya untuk diselenggarakan di Lombok. Ini  terbukti dengan diselenggarakannya Festival Malulid Nusantara VI dan Festival Qosidah di Kota Mataram yang tengah berlangsung saat ini.

Ibu Bupati Labuan Batu Sumut & Guide De Tour Lombok

Setelah pegel nunggu dan ngobroli urusan orang-orang beleq-belaq [pejabat], kami melihat jarum jam dan ternyata sudah pukul 12:00. Ternyata lama juga kami ngobrol sehingga tak terasa hampir pagi. Ternyata pesawat yang kami tunggu sudah delay 2 jam dari jadwalnya. Walau demikian, pesawat yang kami tunggu baru landing 30 menit kemudian. Alhasil kami meninggalkan bandara dan menuju ke restoran untuk menjamu tamu kami makan malam, mungkin persisnya makan pagi yah… heheheheh!

Ibu Bupati Sumut di Boat ke G Trawangan

Keesokan harinya kami mengajak tamu-tamu kami untuk wisata ke Gili Trawangan yang terkenal dengan keindahan pantai dan bawah lautnya itu. Sesampai di pelabuhan Bangsal, kami langsung booking tiket dan naik ke perahu motor. Sambil sidikit ngecap, saya dan teman-teman promosi tentang keindahan Gili Trawangan sejak dari bus sampai di boat. Maklum lah kami kan maunya tamu terkesan dengan kunjungannya ke Lombok. Namun begitu mereka naik ke boat mereka mengeluhkan tidak tersedianya jaket pelampung untuk keselamatan penumpang. Seperti biasa, kami menjawab dan “membela diri” sekenanya. Masalah ini sebetulnya sudah berulang-ulang kami sampaikan kepada semua pihak yang berwenang, tapi kenyataannya tidak ada yang terlalu peduli dengan keselamatan di negeri ini. tetap saja perahu penumpang boleh berlayar tanpa dilengkapai alat keselamatan yanbg memadai. Setelah puas menikmati suasana di Gili Trawangan, kami mengajak mereka kembali ke main land dan kemudian ke Mataram untuk menghabiskan sisa waktu hari itu untuk berbelanja oleh-oleh. Ini lah saatnya mereka menghabiskan uanggnya untuk UMKM yang ada din daerah ini.

Staff Ibu Bupati Pose di Sukarare

Lalu pada hari kedua mereka di Lombok, saya mengajak mereka jalan-jalan ke Pantai Kuta Lombok dengan mampir di Desa Tenun Sukara dan Desa Adat Sade. Selama dalam perjalanan saya “jualan kecap” lagi. Saya menerangkan bahwasanya Festival Maulid Nusantara dan Festival Qosidah adalah salah satu bentuk usaha mensukseskan Visit Lombok Sumabawa 2012. Kali ini dengan sedikit agak malu-malu dan kurang PD karena kemarin saya dikomplain karena boat tidak dilegkapi alat keselamatan. Tapi sebagai pemandu wisata, saya terus saja negercos bak genteng bocor cor…!

Ibu Bupati & Satff Pose di Tanjung An

Setelah mampir-mapir dan berbelanja di Suakarare dan Sade, rombongan Ibu Bupati Labuhan Batu Sumatera Utara kami ajak menuju ke Kuta untuk makan siang. selepas makan siang, kami langsung saja membawa mereka ke Pantai Kuta. Sesampai di sana, ternyata yang saya dapatkan adalah komplain lagi. Mereka mengeluhkan keindahan pantai yang tertutup oleh gubuk-gubuk kumuh alias pedagang kaki lima. Menurut saya, keluhan mereka sih beralasan. Di dalam bus saya berapi-api berusaha meyakinkan mereka kalau pemerintah kami serius mengelola sektor pariwisata. Bahkan program Visit Lombok Sumbawa telah di-launching, tapi kenyataan di lapangan ternyata jauh dari apa yang saya ceritakan. Belum lagi jeleknya saran jalan dari Pantai Kuta ke Tanjung An, bolong-bolong, sempit dan tertup semak liar yang merusaka cat mobil saat berpapasan. Melihat kenyataan 2 hari terakhir ini, saya jadi agak sedikit pesimis dengan komitmen stake holder pariwisata Lombok untuk mendukung suksenya Visit Lmbok Sumbawa 2012.

Untuk meningkatkan kunjungan wisata, yang diperlukan tidak cuma promosi, tapi juga pembenahan dan persiapan ke dalam. Pariwisata mutlak memerlukan kenyamanan, keamanan dan kebersihan. Orang-orang yang berwisata sudah pasti butuh sesuatu yang nyaman karena mereka datang dari negeri yang jauh dan menghabiskan waktu dan biaya yang banyak untuk mendapatkan semua itu. Tapi jika saat mereka berada di Lombok mereka tidak merasa nyaman karena infrastruktur pendukung yang ada belum memberikan kenyaman dan keamanan. Misalnya boat yang berlayar tanpa life jacket, pantai Kuta yang kumuh, jalan yang bolong dan ditutupi semak sangat tidak sesuai dengan kampanye pemerintah yang menargetkan kunjungan satu juta wisatawan pada tahun 2012. Sebaiknya jika ingin VLS sukses, kampanyekan juga kepedulian terhadap obyek wisata, tidak hanya kepada masyarakat dengan program Pok Darwis, tapi juga kepada Pemkab sebagai otoritas yang berkewajiban mengembangkan obyek. 2012 sebentar lagi akan datang, tidak ada lagi waktu untuk duduk santai, kalu tidak dari hari ini, kapan lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: